Otakku seperti pohon tua yang akarnya berjuntai, masuk menghujam ke tanah, menjalar, membuat ikatan yang sulit terurai. bagaimana dan darimana aku harus mengurainya, akupun tak tahu. apalagi hatiku. sudah seperti roller coaster saja. Yang relnya berputar-putar, membelok-belok, menukik, terjun, melesat ke atas lagi. Punya berjuta rasa, yang bisa saja berubah dalam sepersekian detik karena hal-hal yang kecil, seperti cuaca, lipstickku yang jelek, atau mayonese di hamburger yang kumakan. Dan hari Jumat ini, roller coaster hatiku bergerak sangat cepat. Untung ia masih punya rel, kalau tidak, mungkin ia sudah mencuat kemana-mana. Subuh tadi, ia terjun bebas karena lelaki kesukaannya yang tiba-tiba saja, khawatir berlebihan. Seharusnya ia melesat saja ke atas, karena tumben lelaki itu begitu. Tapi hari ini, ia benar-benar terjun bebas, segera setelah dikhawatirkan, ia langsung marah. Karena menurutnya, dia sendiri yang tau seberapa kuat ia bisa bertahan, dan kekhawatiran itu, justru mele...
Postingan
Menampilkan postingan dari 2017
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku bernostalgia Di tengah semilir angin kota kecilku. Di antara suara microphone, dan degup jantung pengisi acara yang sedang menunggu giliran. Ah, rindu. Waktu ketika aku selalu mencarimu dalam kerumunan. Waktu ketika ekor mataku akan selalu melihatmu. Mendengarkan canda tawamu dengan orang-orang terhormat yang pasti mengenalmu. Mendengarkan orang-orang memujimu. Dadaku rindu. Rindu bergejolak ketika melihatmu di atas panggung. Melihatmu memberikan seluruh hidup dan jiwamu untuk penampilan terbaikmu