Aku bernostalgia
Di tengah semilir angin kota kecilku. Di antara suara microphone, dan degup jantung pengisi acara yang sedang menunggu giliran. Ah, rindu. Waktu ketika aku selalu mencarimu dalam kerumunan. Waktu ketika ekor mataku akan selalu melihatmu. Mendengarkan canda tawamu dengan orang-orang terhormat yang pasti mengenalmu. Mendengarkan orang-orang memujimu. Dadaku rindu. Rindu bergejolak ketika melihatmu di atas panggung. Melihatmu memberikan seluruh hidup dan jiwamu untuk penampilan terbaikmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pulang