Otakku seperti pohon tua yang akarnya berjuntai, masuk menghujam ke tanah, menjalar, membuat ikatan yang sulit terurai. bagaimana dan darimana aku harus mengurainya, akupun tak tahu.
apalagi hatiku. sudah seperti roller coaster saja. Yang relnya berputar-putar, membelok-belok, menukik, terjun, melesat ke atas lagi. Punya berjuta rasa, yang bisa saja berubah dalam sepersekian detik karena hal-hal yang kecil, seperti cuaca, lipstickku yang jelek, atau mayonese di hamburger yang kumakan.
Dan hari Jumat ini, roller coaster hatiku bergerak sangat cepat. Untung ia masih punya rel, kalau tidak, mungkin ia sudah mencuat kemana-mana. Subuh tadi, ia terjun bebas karena lelaki kesukaannya yang tiba-tiba saja, khawatir berlebihan. Seharusnya ia melesat saja ke atas, karena tumben lelaki itu begitu. Tapi hari ini, ia benar-benar terjun bebas, segera setelah dikhawatirkan, ia langsung marah. Karena menurutnya, dia sendiri yang tau seberapa kuat ia bisa bertahan, dan kekhawatiran itu, justru melemahkannya.
Pagi tadi, ia naik ke atas, karena murid-muridku mulai mempersiapkan diri untuk menari. yey! sesuatu yg benar-benar menyenangkan melihat sinar mata anak-anak dan sinar mata orang tuanya yang bangga, sekaligus harap-harap cemas.
Siang hari, ia turun lagi. kali ini terjunnya lebih jauh daripada naiknya. hanya karena teman-temanku yang lupa absen, sehingga aku harus memperjuangkan nasib kawan-kawanku ini, sekaligus menenangkan teman seperjuanganku yang entah kenapa, hari ini sangat menyebalkan dan lemah sekali.
Sore hari, ia melesat ke atas. Bahkan mungkin ia meloncat-loncat. Ketika muridku tampil, meskipun salah-salah, meskipun kalah, tapi berhasil melaksanakan tugasnya, dengan amat sangat baik. Bahkan musik yang berhenti tidak menghentikan mereka. Dan kibasan topi mereka, mengundang sorak sorai. Ah, hatiku membuncah
Malam hari, ia terjun bebas lagi. Kali ini, ia terjun bebas lebih jauh daripada subuh tadi. Ibuku menceritakan kegundahannya, kesedihannya, dan mengingatkan kembali pada pahitnya hidup kami. 
Ah, mungkin malam ini aku akan tidur dengan roller coaster yang tetap berputar, tetap berloncatan, jatuh, melesat lagi. Dengan pohon tua yang akarnya semakin berjuntai, menghujam, dan membuat ikatan, yang aku sendiri tak tahu bagaimana mengurainya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pulang