Otakku seperti pohon tua yang akarnya berjuntai, masuk menghujam ke tanah, menjalar, membuat ikatan yang sulit terurai. bagaimana dan darimana aku harus mengurainya, akupun tak tahu. apalagi hatiku. sudah seperti roller coaster saja. Yang relnya berputar-putar, membelok-belok, menukik, terjun, melesat ke atas lagi. Punya berjuta rasa, yang bisa saja berubah dalam sepersekian detik karena hal-hal yang kecil, seperti cuaca, lipstickku yang jelek, atau mayonese di hamburger yang kumakan. Dan hari Jumat ini, roller coaster hatiku bergerak sangat cepat. Untung ia masih punya rel, kalau tidak, mungkin ia sudah mencuat kemana-mana. Subuh tadi, ia terjun bebas karena lelaki kesukaannya yang tiba-tiba saja, khawatir berlebihan. Seharusnya ia melesat saja ke atas, karena tumben lelaki itu begitu. Tapi hari ini, ia benar-benar terjun bebas, segera setelah dikhawatirkan, ia langsung marah. Karena menurutnya, dia sendiri yang tau seberapa kuat ia bisa bertahan, dan kekhawatiran itu, justru mele...
Komentar
Posting Komentar